Bermimpi Itu Halal

Impian. Suatu hal yang dapat menjadi pisau bermata dua. Jika tidak tercapai akan sakit sekali. Tetapi akan terasa sangat menyenangkan ketika impian itu tercapai. Hal ini berbanding lurus dengan usaha apa yang telah kita lakukan. Bila kita sangat mengimpikan sesuatu tetapi usahanya sedikit bahkan nol, maka rasanya akan sakit ketika gagal. Itulah yang disebut 'terlalu bermimpi'. Tetapi sadarlah bahwa hal itu malah benar dan lumrah. Kita terlalu mengimpikan sesuatu. Terlalu mengimpikan saja. Sebaliknya apabila impian itu kita jadikan motivasi atau dapat dikatakan cambuk pengontrol atas apa yang kita lakukan. Saat kita melakukan sesuatu yang tak ada hubungannya atau bahkan malah berlawanan atas apa yang kita impikan, maka akan kita tinggalkan karena sang perngontrol itulah yang mengingatkan. Mungkin akan sakit dan tidak terasa enak ketika belum terbiasa 'diingatkan' oleh sang pengontrol tersebut. Tapi bila kita ingat dan tahu bahwa tujuannya baik, sudah merupakan kemutlakan yang harus ditaati bila kita memang benar-benar ingin menggapai impian tersebut. Yah, jadikan impian tersebut seperti teman khayalan layaknya Yugi Mutou dan Atem. Alter ego.
Kesimpulannya, setinggi apapun mimpi kita itu tidak mungkin salah. Asalkan usaha yang kita lakukan maksimal dan optimal hasilnya. Membangkitkan fossil? Menggabungkan hewan? Menciptakan naga? Menciptakan kota yang mengapung di laut? Tak ada yang tak mungkin, Kawan. Sekonyol apapun impian kita asalkan kita yakin dan Tuhan mengijinkan untuk mewujudkannya maka kita bisa merasakan rasanya mengatakan "Shut the f- up!" kepada orang yang dulunya menertawakan impian kita. Biarkan hidup kita berwarna-warni oleh mimpi kita. Tak perlu takut dan malu untuk bermimpi. Bermimpi itu halal.

0 komentar:

Posting Komentar

rohmanbimoseno. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts