Rrrreading
Well 2017 is not going so well for me. I recently literally running away from something that I should have done in January. Or even in December last year. I actually regret why I am not doing what I have to do as soon as possible. Because everytime I procastinate something bad always happen. The bad things come in the form of 'not doing anything'. Now I hate myself. But well, it happened and I should move on from it.
I've got many resolutions this year. One of it is reading books. Well, this reading resolution is still working till now :D At least I want to read 1 or 2 books every month. Retrieving my childhood hobby of reading, when I could finish a 400 pages of novel in 2 days. Haha. The first thought was reading 100 books in this year. But after January, I just realize that the time is not friendly enough and strangling me. Or you could say I can't move on from dota 2 and read(sad).
My dreams to build terrarium or my own eden garden is not fading away. I want to chase it back.
That's all
PS: I have fulfilled on of my resolution by reaching 3k MMR in DoTA 2. Still long way to go~
11:26 PM | Label: Artikel, Bahasa Inggris, Buku, Game, Hobi | 0 Comments
Review Buku Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis - Paulo Coelho
Baru saja selesai membaca sebuah buku yang menarik. By The River Piedra I Sat Down and Wept. Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis, karya Paulo Coelho. Ya, Paulo Coelho, pengarang buku The Alchemist. Jujur saja buku The Alchemist atau Sang Alkemis merupakan sebuah buku yang bisa dibilang membuat saya kembali percaya akan impian-impian. Membuat saya kembali akan bagaimana caranya bermimpi dan memberanikan diri untuk menggapainya. Membuat saya yakin bahwa sesuatu yang tidak pasti itu memang harus diambil untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Membuat saya semakin yakin untuk mengejar sesuatu yang tidak pasti. Atau bisa dibilang belum pasti. Beresiko. Bahkan beresiko sangat tinggi.
Namun di yang baru saja selesai saya baca ini saya menemukan beberapa hal yang menarik. Sudut pandang orang pertama yang diceritakan berbeda dengan Sang Alkemis karena tokoh utama kali ini adalah seorang wanita. Satu hal yang saya cermati dari sang tokoh utama, saya merasa ada sedikit kemiripan dengan pemikirannya mengenai agama dan Tuhan. Walaupun agama yang dia maksud berbeda dengan saya. Sang wanita pada awal cerita diceritakan sedang mengalami masa kegalauan akan imannya. Dia merasa doktrin-doktrin Katholik yang diajarkan padanya semasa kecil seolah membatasi dunianya. Yap. Cerita ini memang kemudian menceritakan bagaimana perjalanan sang wanita mendapatkan kembali keimanannya. Yang unik dari perjalanan ini adalah keterlibatan seorang teman masa kecilnya yang juga cinta pertamanya. Teman masa kecilnya tersebut pada suatu hari telah memutuskan masuk ke seminari, untuk mengabdi sepenuhnya pada Tuhan. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan gejolak batin sang tokoh wanita yang bernama Pilar. Pilar merasa bahwa pemuda taat yang dicintainya ini lebih mencintai gereja dan Tuhannya sehingga Pilar sendiri ragu ketika pemuda tersebut menyatakan cinta kepadanya. Well... Kurang lebih seperti itulah ceritanya. Perjalanan berliku yang menceritakan bagaimana cinta dua insan dan cinta kepada Tuhan pada akhirnya menemukan sebuah titik cerah. Titik damai. Dimana keduanya akhirnya dapat saling mengerti satu sama lainnya. Saya sendiri kurang mengerti mengenai bagian-bagian yang menceritakan mengenai gereja, ayat-ayat Injil, Bunda Maria dan istilah-istilah Katholik lainnya. Tetapi menurut saya bagian-bagian tersebut tidak perlu diambil pusing bagi pembaca dengan keyakinan yang berbeda karena tidak terlalu berpengaruh dengan alur ceritanya. Tidak ada kalimat yang menyinggung mengenai siapa yang paling benar maupun apa yang paling benar. Walaupun dalam satu bagian saya membaca bahwa sebenarnya si tokoh pemuda sepertinya dianggap memberontak dari ajarannya karena menganggap Tuhan memiliki sisi feminin. Ada juga bagian yang menurut saya sangat menarik.
Iman.
"Penganut Buddha benar, penganut Hindu benar, penganut Muslim benar, juga orang Yahudi. Setiap kali orang mengikuti jalan menurut iman-mengikutinya sepenuh hati-ia akan bersatu dengan Tuhan dan menciptakan mukjizat.
Saya masih memikirkan bagian tersebut dalam-dalam sampai saat ini.
Ttd.
Jin Botol
1:42 AM | Label: Bahasa Indonesia, Buku, Esai, Hobi, Opini, Paulo Coelho, Review, Slice of Life | 0 Comments
Garden Inspiration
Samlekum. Yosh, sudah lama sekali saya tidak update. Baiklah, liburan sudah berlalu dan misi saya untuk membuat Youtube Channel juga sudah terlaksana. Setidaknya saya mempunyai 2 channel, yang pertama channel pribadi saya yang berisi video-video parodi dan keseharian saya, dan yang kedua adalah channel yang merepresentasikan impian saya sejak kecil, membuat taman. Yep. Sejak kecil saya memang ingin memiliki taman-taman yang indah dengan berbagai tanaman dan tema. Mungkin kesenangan ibu dan nenek saya yang menuruni saya hobi gardening ini. Dulu ketika saya masih kecil saya sering diajak mereka untuk menanam bunga, tanaman obat, dan sering pula diajak mereka untuk berbelanja tanaman di pasar tumbuhan atau pameran-pameran. Saya juga masih ingat ketika tahun 2005, ayah saya ditugasi untuk perjalanan dinas ke Medan dan membawa pulang biji tanaman bunga titipan ibu saya. Kalaupun tidak salah, satu dari biji bunga tersebut adalah bunga Bougenville. Waktu itu saya tidak tahu sama sekali bagaimana rupa bunganya. Maklum internet saja masih susah dijangkau anak kelas 3 SD pada masa itu. Saya mendapatkan gambaran bunga Bougenville cuma dari cerita ibu saya dan gambar-gambar dari majalah perbungaan yang dimiliki ibu saya. Oiya, saya juga pernah diperlihatkan buku tebal berbahasa Inggris dan sepertinya penulisnya adalah ilmuwan terkenal yang di dalamnya membahas mengenai tanaman-tanaman yang sangat umum. Dalam hal ini yang saya maksud dengan sangat umum adalah jenis tanaman pada umumnya yang mencakup tanaman hutan, bunga, maupun rerumputan. Sayang sekali pada saat itu saya hanya tertarik dengan gambarnya saja dan tidak memperhatikan tulisannya. Sekarang buku itu entah ada dimana dan saya cukup menyesal tidak menyimpannya dengan baik :| Waktu pertama kali masuk SMA saya juga sempat terbayang untuk mengambil jurusan yang mengenai pertanian atau pertamanan di IPB. Ibu saya pada saat itu menyarankan saya untuk masuk IPB apabila saya senang menggeluti pertamanan. Kemudian ketika kelas 2 SMA saya menemukan ternyata ada jurusan mengenai pertamanan pula dan lebih spesifik lagi, yaitu Arsitektur Lanskap. Wow. Saya berpikir sepertinya itu menjadi jalan saya. Waktu itu saya juga semakin yakin dengan jurusan pertamanan setelah ada tayangan TV Champion yang kontennya berisi perlombaan mendesain taman. Yeaa kemudian ketika kelas 3 ternyata pihak keluarga saya sendiri yang menyuruh saya untuk mempertimbangkan kembali keputusan saya. Mereka bilang kapasitas saya lebih tinggi untuk menjadi seorang arsitektur taman :| Entah kenapa kemudian saya mengamini hal tersebut. Jurusan saya memang dari IPA, tp sepertinya saya tidak begitu antusias dengan pelajaran kimia dan fisika ketika penerangan rumusnya tidak dengan cara yang saya senangi. Bukan. Saya bukannya bermaksud untuk menyalahkan guru saya di SMA yang sepertinya menerangkan pelajaran kimia dan fisika dengan kurang menarik bagi saya. Dan dengan modal itungan passing grade dari bimbel yang menghitungkan bahwa pg untuk arsi lanskap tidak begitu tinggi, saya sebenarnya menganggapnya sebagai pilihan yang rasional. Dan teman ibu saya yang menjadi seorang dosen di IPB juga sempat menjadi nilai tambah. Tetapi om dan ayah saya membuat saya mempertimbangkan kembali keputusan saya. Ayah saya mengatakan agar saya hidup dengan mengambil resiko dan mengejar impian sejati saya. Terkadang memang realitas menjadi penghalang bagi impian kita, tetapi selalu ada jalan lain untuk menggapainya. Dan setelah itu saya memutuskan masuk sasing yang sebenarnya saya juga tidak yakin akan menyukainya. Walaupun nilai bahasa inggris saya di SMA selalu memuaskan, tetapi saya berpikir apa yang bisa saya lakukan dengan ilmu bahasa dalam berkontribusi terhadap masyarakat sekitar saya? Selama ini saya selalu berpikir kalau ilmu bahasa itu memang penting dan jago bahasa asing itu keren, tetapi fungsi bahasa adalah agar manusia dapat berkomunikasi dan mengerti maksud hati dan perkataan orang lain kan? Jadi ya menurut saya bahasa itu hanya;lah sebuah media untuk menggapai ilmu yang lebih bermanfaat. Seperti misalnya ketika kita membaca buku tentang ilmu vegetasi ataupun ilmu politik. Yang kita pelajari adalah ilmu tananamn dan ilmu politiknya kan sebagai tujuan utama kita membacanya, dan kemampuan bahasa inggris kita hanya sebagai penyokong agar kita mengerti tulisan tersebut kan?
Baiklah sepertinya itu saja flashback-nya. Haha. Sekarang kembali ke Youtube Channel. Garden Inspiration. Itu namanya. Nama itu saya ambil karena kata inspiration sepertinya belum umum ada di youtube. Jadi setelah melakukan riset mengenai nama tersebut, saya putuskan untuk mengambil kata inspiration untuk setiap video di channel saya. Saya pikir kata inspiration juga cukup bagus untuk mencakup isi dari video saya yang hanya berupa slide show gambar-gambar saja. Lol. Dalam channel tersebut kurang lebih saya mencantumkan gambar-gambar taman dengan berbagai tema dari berbagai belahan dunia. Yaa kurang lebih saya ingin memberikan pandangan kepada para pemirsa saya bahwa di dunia ini terdapat berbagai tema untuk membuat taman. Sebenarnya saya masih ingin menulis lebih banyak lagi, tetapi sepertinya saya lebih ingin untuk bermain dota di waktu luang yang sempit ini. Baiklah bagi siapapun yang membaca tulisan ini, silakan buka https://www.youtube.com/channel/UCCl_TZBZv2lIwFAe232iHOQ untuk channel Garden Inspiration, dan https://www.youtube.com/channel/UCF-UAdriYCawqwGbNUFJQNA untuk channel pribadi saya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
10:57 AM | Label: Bahasa Indonesia, Budaya, Hobi, Slice of Life | 0 Comments
Holiday Plans
Well I guess along this holiday I will take some composition.
- Anime
- Movies
- Batman Arkham City
- Dota 2
- Vacation Trip
- Hangout w/ Friends & Family
- Do something productive
- Take my responsibility as a part of the community
I think that list still not complete yet as I still wondering what should I do with someone special. Haha. JK.
Actually I still wanted to get a new bike and go out with my new cycling neighborhood community. But yeah, I still have to do some productive work to earn money as soon as possible. Considering my 20s has come. Lol.
Enjoy your holiday whoever and whenever you are!
4:16 AM | Label: Anime, Artikel, Bahasa Inggris, Dota 2, Film, Game, Hobi, Slice of Life | 0 Comments
New Era of My Dota 2 MMR
Yo.. Long time no see. Ini postingan pertama di tahun 2015. Yeay! Congrats, Man! Baiklah mungkin itu bukan suatu cara yang baik untuk menyelamati diri sendiri, taoi setidaknya saya memberikan penghargaan bagi diri saya agar bisa terus optomis untuk maju. (Halah.)
Yap. Masuk ke topik utama artikel ini. Ada kabar gembira karena sekarang Matchmaking Rating saya di game Dota 2 sudah mencapai 2000! Tepatnya 2024! Alhamdulillah. Yaaah.. Mungkin MMR segitu masih tergolong sangat cupu dibanding standar internasional pemain Dota 2 yang ada di kisaran 3000-an. Tetapi saya kira pencapaian meraih 2024 poin ini merupakan sebuah kemajuan beaar. Waktu perrama kali MMR saya keluar dalam calibrating games, rating saya hanya ada di kisaran 1500-an. (Sad ) Tentu saja saya menjadi bahan tertawaan dan korban bullying di net. Hahaha. Bahkan orang-orang menyarankan saya untuk membuat akun baru atau smurfing. Yeah.. I guess that's not a bad thing coz that will instantly new MMR which I believe will be around 2000. But seriously I can't do that. Menurutku hal tersebut akan menghilangkan bagian penting dari sebuah perkembangan, yaitu proses. Apa gunanya MMR saya tinggi tetapi terus kalah dan jatuh karena belum bisa mengimbangi kompetitor2 di level segitu. FYI, tiap ranked match yang menentukan naik turunnya MMR akan memberikan poin 24-26. Jadi kalau kalah bisa nambah 24-26 dan kalau kalah akan kehilangan segitu juga. Jadi menurut saya peningkatan saya juga bisa dikatakan bukan sesuatu yang mudah dilakukan. :v
Just so u know, terkadang bila maen di MMMR rendah tu temen setim kita bisa menjadi musuh dalam selimut. Mereka bisa menjadi beban bagi tim dan menghambat laju tim untuk menang. Apalagi orang Pinoy. Mereka begitu egois dan selalu menyalahkan tanpa introspeksi diri. (Sigh )
Yah.. Mungkin itu saja isi artikel kali ini. Memang topiknya ngga penting sih. Hanya bermain game. Tapi saya mendapat pelajaran berharga yaitu menghargai proses. Sekarang walaupunteman2 saya masih membully saya tetapi paling tidak saya telah membuktikan kepada mereka bahwa saya bukan seorang yang menyerah karena MMR rendah dan membiat akun baru agar bisa naik secara instan. Sorry, but I'm not that kind of quitter.
10:08 PM | Label: Artikel, Bahasa Indonesia, Dota 2, Game, Hobi, Opini, Slice of Life | 0 Comments
Popular Posts
-
Yo.. Long time no see. Ini postingan pertama di tahun 2015. Yeay! Congrats, Man! Baiklah mungkin itu bukan suatu cara yang baik untuk menyel...
-
Mendidik Siswa Berbudi Luhur Belakangan ini tren budaya asing semakin menjadi-jadi di Indonesia. Semua golongan menyadari...
-
Baru saja selesai membaca sebuah buku yang menarik. By The River Piedra I Sat Down and Wept. Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis, k...
-
Impian. Suatu hal yang dapat menjadi pisau bermata dua. Jika tidak tercapai akan sakit sekali. Tetapi akan terasa sangat menyenangkan keti...
-
Yea daripada blog ini semakin menganggur lebih baik diisi sekarang lah walupun hanya sekedar sampah. Iya, sampah. Maksudnya isinya tidak beg...


