Esai Bahasa Indonesia-Mendidik Siswa Berbudi Luhur
Mendidik Siswa Berbudi Luhur
Belakangan ini tren budaya asing
semakin menjadi-jadi di Indonesia. Semua golongan menyadari akan hal ini.
Penyikapannya pun berbeda-beda. Tak terkecuali para remaja. Masa remaja
merupakan masa yang dikatakan paling “rawan” karena pada masa ini seorang
remaja sedang mencari jati diri. Mereka senang melakukan hal-hal yang berbeda
dengan kebiasaan yang sudah ada dan mencoba hal-hal baru yang bisa dikatakan
nyeleneh. Mereka tak suka dianggap biasa. Maka terkadang budaya asingpun mereka
tiru tanpa memikirkan akibat positif-negatifnya. Hanya demi eksistensi mereka
di suatu golongan, teman-teman sebayanya. Dalam hal inilah seharusnya pendidik
mengambil peran untuk membimbing remaja yang masih labil tersebut.
Para pendidik tersebut harus
bisa memberi pengertian bahwa tak semua budaya asing dapat diimplementasikan di
negeri ini. Memang tidak salah ketika kita ingin maju kita meniru mereka yang
sudah maju. Tetapi negeri ini masih tetap memiliki budaya luhur yang harus
tetap dilestarikan keberadaannya. Nilai-nilai luhur yang terkandung tidak kalah
bahkan bisa melebihi apa yang bisa didapatkan dari budaya asing itu. Apa yang
bisa dilakukan pendidik dalam hal ini tentu saja dengan memberi contoh. Apa
guna bila mengajarkan pendidikan karakter tetapi dirinya sendiri tidak
berkarakter? Tentu saja murid tidak akan mau melakukan apa yang diperintahkan oleh
orang seperti itu. Kita membutuhkan seorang pendidik yang benar-benar bertujuan
mencerdaskan kehidupan bangsa, yang juga dapat menjadi teladan bagi para ssiswa
tentang bagaimana cara mengamalkan pendidikan karakter yang diajarkan.
Tetapi sesungguhnya hal yang
dilakukan para remaja “gaul” pada saat ini memang tidak sepenuhnya salah.
Globalisasi telah menghilangkan batasan antar negara di dunia ini, sehingga
sangat memungkinkan terjadinya pertukaran budaya. Perkembangan media sosial dan
internet juga semakin memudahkan mereka untuk mengeksplorasi dunia ini hanya
dengan duduk manis di layar monitor atau gadget
mereka. Rasa keingintahuan mereka yang tinggi terkadang juga mendorong mereka melakukan hal-hal
kreatif. Namun tak selalu perbuatan kreatif mereka ditanggapi secara positif
oleh masyarakat. Hal ini dikarenankan cara mereka berkreasi terkadang malah membuat
masyarakat jengkel. Padahal kreativitas inilah yang harus dikembangkan sehingga
bangsa ini bisa maju. Nah, dalam hal inilah pendidik harus jeli mengarahkan
bakat atau potensi seorang siswa yang kreatif tersebut. Sebenarnya kenakalan
mereka adalah hal yang baik, tetapi menjadi tidak baik karena disalurkan atau
dilakukan di tempat yang salah. Tidak menutup kemungkinan apabila potensi anak
tersebut diarahkan kearah yang benar akan menjadikannya seorang pemimpin yang
tegas dan bijaksana seperti yang sedang dibutuhkan bangsa kita saat ini.
Masa remaja memang salah satu
masa dimana seorang manusia memiliki keluangan waktu dan tenaga yang melimpah.
Dimana kreativitas mereka sedang gencar-gencarnya mengalami perkembangan. Akan
sangat bermanfaat jika kreativitas tersebut diasah secara optimal dan disalurkan
ke jalan yang benar. Tentu saja tempat yang paling tepat untuk memecahkan
masalah remaja tersebut adalah di sekolah. Sekolah yang dapat mendidik dan
mengembangkan siswanya dengan disertai pendidikan karakter. Sehingga
kreativitas mereka dapat berkembang optimal tetapi tidak melupakan nilai luhur
dan karakter bangsa Indonesia sendiri.
10:41 PM
|
Label:
Artikel,
Bahasa Indonesia,
Budaya,
Esai,
Opini
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
rohmanbimoseno. Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Archive
Popular Posts
-
Yo.. Long time no see. Ini postingan pertama di tahun 2015. Yeay! Congrats, Man! Baiklah mungkin itu bukan suatu cara yang baik untuk menyel...
-
Mendidik Siswa Berbudi Luhur Belakangan ini tren budaya asing semakin menjadi-jadi di Indonesia. Semua golongan menyadari...
-
Baru saja selesai membaca sebuah buku yang menarik. By The River Piedra I Sat Down and Wept. Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis, k...
-
Impian. Suatu hal yang dapat menjadi pisau bermata dua. Jika tidak tercapai akan sakit sekali. Tetapi akan terasa sangat menyenangkan keti...
-
Yea daripada blog ini semakin menganggur lebih baik diisi sekarang lah walupun hanya sekedar sampah. Iya, sampah. Maksudnya isinya tidak beg...



0 komentar:
Posting Komentar