Tugas Review Fim tentang Gender

Lama tak ngepost. Yap. Tugas kuliah. Kali ini tugasnya cukup unik. Tugasnya cuma mereview film sih. Nggak unik. Tetapi film yang direview menurut saya unik. Judulnya 'Milk', bercerita tentang aktivis gay dari AS bernama Harvey Milk pada tahun 70an. Mungkin karena topik yang dibahas mengenai gender terus dipilih film ini yah :/ Yaah... mungkin review nya kurang detil karena ini adalah tugas yang harus dikumpul besok pagi. Haha karya seorang deadliner.

REVIEW FILM “MILK” (2008)
Film ini menceritakan tentang perjuangan Harvey Milk, seorang aktivis gay, dalam memperjuangkan hak kesetaraan kaum gay dalam kehidupan politik maupun bermasyarakat di Amerika Serikat. Setting film ini sendiri adalah Kota Castro di Amerika Serikat pada tahun 70an. Awalnya Milk bersama pasangannya, Smith, membuka toko kamera di kota Castro. Kemudian mereka bertanya kepada tetangga toko mereka bagaimana cara bergabung dengan Asosiasi Pedagang Eureka Valley. Tetapi tetangga tersebut mengatakan bahwa mereka tidak bisa bergabung dengan asosiasi tersebut karena polisi akan menutup toko kamera milik Milk dan Smith jika mereka membukanya. Milk kebingungan mengapa tokonya akan ditutup padahal sudah memenuhi setiap persyaratan untuk membuka sebuah bisnis. Si tetangga mengatakan bahwa ada hukum manusia dan ada juga hukum Tuhan yang mengindikasikan bahwa kaum gay tidak diterima di masyarakat karena melanggat kodrat Tuhan.
            Sejak saat itulah perjuangan persamaan hak asasi manusia pada kaum LGBT dimulai oleh Milk. Dia mulai berani mencalonkan diri dalam pemilihan Walikota. Tindakannya untuk memperjuangkan hak kaum LGBT mendapat tantangan keras dari partai konservatif Kristen yang dimotori oleh mantan penyanyi Anita Bryant. Walaupun Milk selalu kalah dalam beberapa kali kesempatan tetapi jumlah suatanya menunjukkan peningkatan. Setelah mengalami beberapa penentangan dari berbagai pihak akhirnya dia berhasil menjadi Walikota. Ketika menjadi Walikota Milk pernah hampir menjalin koalisi dengan pembunuhnya di akhir film, Dan White. Kehidupan pribadi Milk setelah diangkat menjadi walikota menjadi semakin rumit sampai dia pisah ranjang dengan Smith dan menjalin hubungan baru dengan Jack yang tidak disukai orang-orang di kantor Milk. Tetapi akhirnya Jack gantung diri dan Smith kembali mengisi kehidupan Milk. Di akhir film diceritakan bahwa Milk mati karena ditembak 4 kali oleh Dan White yang merasa dikhianati oleh Milk.

            Menurut saya tema film ini sangat tidak biasa. Mungkin saya mengatakan hal ini tidak biasa karena sangat bertentangan dengan budaya timur yang cenderung agamis dan menjunjung tinggi bagaimana kodrat manusia. Tetapi di negara liberal seperti Amerika Serikat yang menjunjung tinggi kesetaraan antar manusia saya kira hal tersebut bukanlah hal yang tidak wajar. Apalagi disana kedudukan HAM lebih tinggi daripada aturan agama. Walaupun begitu, fenomena gay menjadi polemik di masyarakat terkait dengan isu penyebabnya. Ada yang berpendapat karena kelainan gen, tetapi ada juga teori yang mengatakan karena pengaruh orang-orang di sekitarnya. Menurut saya hak untuk menentukan orientasi seks adalah salah satu hak yang dimiliki oleh setiap manusia. Tetapi tetap saja hal tersebut melanggat kodrat yang telah diturunkan Tuhan kepada kita ketika lahir. Sehingga menurut saya kaum LGBT perlu disadarkan atau paling tidak diingatkan tentang jati diri mereka yang sebenarnya. Walaupun begitu, kita tidak bisa memaksa mereka untuk merubah orientasi seks mereka secara paksa karena hal tersebut akan melanggar HAM.

0 komentar:

Posting Komentar

rohmanbimoseno. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts